coba

Monday, 17 March 2014

Monas, Sebagai lambang kota Jakarta



Monumen Nasional (Monas) yang terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat ini Dibangun pada tahun 1959 dan selesai pada tahun 1960. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obelik yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter (433 kaki) yang dibangun di areal seluas 80 hektar.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 38 kg.



Tugu Peringatan Nasional yang satu ini merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Lidah api atau obor diatas tugu monas ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaan.


Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Hari-hari libur, seperti hari Minggu atau hari libur sekolah, banyak masyarakat yang berkunjung kesini.

Selain itu bagi para pengunjung juga dapat naik hingga keatas dengan menggunakan sebuah elevator (lift) pada pintu sisi selatan yang akan membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang.

Pengelola Monas juga menyediakan empat buah teropong yang bisa digunakan oleh pengunjung. Untuk mengaktifkannya, kita perlu membeli koin seharga Rp 2.000 per buah yang dijual di lokasi. 
Namun sayangnya, kenikmatan di puncak ikon ibu kota ini tidak bisa dinikmati saat matahari terbenam. Setiap harinya, Monas dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 Wib, kecuali hari Senin pada akhir pekan bulan. 





 Dan Ini adalah beberapa foto yang saya ambil ketika berada di Monumen Nasional Jakarta :)


Untuk Harga tiket masuk (HTM) sendiri beberapa area di Monas berbeda-beda. Mulai tahun ini, pihak pengelola memberlakukan tarif baru masuk kawasan Monas. Untuk masuk ke bagian dalam tugu Monas, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 2.000 untuk anak-anak, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 5.000 untuk dewasa. 

Sementara, untuk mencapai puncak biaya yang dikenakan sebesar Rp 2.000 untuk anak-anak, Rp 5.000 untuk mahasiswa, dan Rp 10.000 untuk dewasa. Maka, total biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang dewasa untuk menikmati panorama Jakarta dari puncak Monas sebesar  Rp 15.000. 

Ada 1 hal yang membuat saya tertarik ketika mengunjungi Monumen Nasional ini, yaitu kerak telornya, karena rasanya berbeda dengan yang dijual di beberapa tempat dijogja. Rasa telurnya benar-benar terasa sekali. Nah inilah gambar kerak telur yang ada di Jakarta, mungkin secara fisik tidak begitu beda dengan yang dijual di beberapa kota lain. 



Kerak telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir. Harga untuk 1 Porsi kerak Telor sekitar Rp. 15.000.

Dengan berwisata ke Monumen Nasional, kita berkesempatan melihat kota Jakarta dari ketinggian 115 m dari permukaan tanah, yaitu dari Puncak Monas, dengan hanya dibatasi sedikit besi pelindung, dengan terpaan angin yang cukup kencang, pastilah menjadi suatu pengalaman tersendiri.

No comments:

Post a Comment